Syarat Keilmuan

1. Meminta Ridho dan izin Allah Swt
Padepokan Nursyifa illahi bukan merupakan sekte, golongan, aliran atau toriqoh suatu kepercayaan sehingga siapapun yang hendak mempelajari ilmu ghoib di Padepokan kami diharuskan untuk menyakinkan dan memantabkan diri sendiri melalui do’a-do’a sesuai agama dan kepercayaan yang dilakukan dirumah sendiri. Sehingga tanpa pengaruh atau iming-iming dari Guru-guru atau murid Padepokan Nursyifa illahi. Bagi seorang muslim bisa melakukan sholat istikharoh untuk menentukan belajar atau tidak.

Tips do’a dari kami :
“ Ya Allah ya Tuhanku berilah petunjuk pada diri hamba apabila Ilmu yang Engkau titipkan di Padepokan Nursyifa illahi membawa keberkahan, kebahagiaan, keselamatan dunia dan akhirat maka yakinkan, mantabkan pada diri dan hati hamba untuk mempelajarinya. Dan bila akan mendatangkan keburukan maka jauhkan dan lupakan Padepokan Nursyifa illahi dari ingatan hamba. Amin ya robbal alamin.. “

2. Meminta izin dan ridho Orang tua
Sumber kekuatan ilmu ghoib di Padepokan Nursyifa illahi bukan meminta pada kekuatan makhluk halus, benda pusaka, rajah ataupun klenik lainnya melainkan kekuatan ridho Allah melalui ridho kedua orang tua kita. Maka diwajibkan bagi calon murid untuk meminta restu keduanya. Apabila telah tiada silakan mendoakan dan memohonkan ampunan kepada Allah Swt.

“Datangnya ridho Allah tergantung ridhonya orang tua kita, kemurkaan atau kebencian Allah tergantung kemurkaan orang tua” (Al Hadist).

3. Ridho Guru Padepokan Nursyifa illahi
Setelah selesai prosesi pengijazahan atau pewedaran keilmuan, diwajibkan meminta ridho guru-guru pembimbing dan menjalankan serta menaati semua aturan untuk kemajuan dan keberkahan keilmuan.

Catatan :
“Dengan terbukanya lathoif serta hijab / pembatas alam ghoib dan alam nyata pada tubuh murid sehingga bisa berkomunikasi dengan makhluk ghoib, maka Padepokan Nursyifa illahi tidak mentoleransi semua muridnya untuk ber-sekutu dengan makhluk ghoib atau jin dalam bentuk apapun. “

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karna sesunguhnya syaitan- syaitan ini hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala - nyala” (QS. Al Fathir:6)